SEKILAS INFO
  • 2 minggu yang lalu / Web masih belum update Informasi
WAKTU :

Sejarah

Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang memiliki letak yang strategis di apit oleh 4 (Empat) ruas jalan Kabupaten yaitu Jalan Agus Salim, Jalan KH. Mansyur, Jalan Beringin, dan Jalan MT. Haryono  Kelurahan Tengah Kecamatan Delta Pawan, tepat di jantung Ibu Kota Kabupaten Ketapang dan berdekatan dengan komplek perkantoran, perdagangan dan jasa dan Rumah Dinas Jabatan Bupati Ketapang. Pertama kali dibangun pada tahun 1983 di atas tanah seluas 1,15 hektar dan dapat menampung jama’ah menunaikan ibadah sholat sebanyak   ± 1.500 sampai 2.000 orang yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat  Bapak H. Soedjiman. Setelah peresmiannya maka pada tahun 1984 menjadi tempat dilaksanakannya MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya sejalan dengan pergantian Jabatan Bupati Ketapang terus dilakukan pemeliharaan dan pengembangan pembangunan masjid tersebut, yaitu dengan beberapa kali renovasi yang pada waktu itu dilakukan oleh Bupati Ketapang Bapak Drs. H. Soenardi Basnu (Almarhum) maupun Bupati Ketapang Bapak H. Morkes Effendi, S.Pd, MH

Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang menjadi masjid yang digunakan oleh umat muslim baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan Kabupaten Ketapang, dimana jumlah penduduk Kabupaten Ketapang hingga saat ini ± sebanyak 650.000 Jiwa, dengan jumlah Kecamatan 20, Kelurahan 9 dan Desa 253. Luas wilayah Kabupaten Ketapang 31.241 Km². Kabupaten Ketapang terletak disebelah Selatan Provinsi Kalimantan Barat dan berbatasan sebelah Selatan dengan Laut Jawa, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Sintang, sebelah Barat berbatasan dengan Selat Karimata dan sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kayong Utara.

Pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang yang saat ini akan diresmikan dimulai pada tahun 2011 dan peletakan batu pertama atau Ground Breaking pada bulan Juli 2011 oleh Bapak Bupati Ketapang Drs. Henrikus, M.Si. dan Bapak Wakil Bupati Ketapang    Boyman Harun, SH. Luas lahan pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang awalnya adalah 1,15 hektar dan luas bangunannnya adalah 54 x 54 M². Saat ini luas lahan    Masjid Agung Al-Ikhlas 2,25 Hektar.

Dalam pelaksanaan pembangunannya dilakukan secara bertahap yaitu selama  6 (Enam) tahun yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Ketapang (hibah), bantuan  Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang dan para dermawan/donatur masyarakat Kabupaten Ketapang, dan anggaran pembangunan masjid tersebut senilai Rp. 62.852.760.000,00.

Adapun untuk proses pembangunannya, masjid tersebut dibangun melalui kepanitiaan pembangunan  dengan Ketua Panitia Pembangunan Bapak H. Sulianto Harun, SH. yang bertugas sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 serta sebagai pembina Bapak Drs. Henrikus, M.Si dan Bapak Wakil Bupati Boyman Harun, SH dan dilanjutkan oleh Bapak H. Hamimzar Yahya, S.Ip sebagai Ketua Panitia Pembangunan pada tahun 2016 serta sebagai pembina Bapak Martin Rantan, SH Bupati Ketapang dan Wakil Bupati Ketapang Bapak Drs. Suprapto, S (Periode Tahun 2016-2021).

Masjid yang dapat menampung 5.000 jamaah ini juga mengusung konsep religius, keterbukaan, keberagaman dan kebersamaan. Dan selain itu, kawasan masjid juga mengusung konsep Green Building atau ramah lingkungan dalam pembangunannya.